- Jasa Maklon Jogja
- 0 Comments
- 654 Views

Peringatan Hari Ibu selalu dilakukan setiap tanggal 22 Desember. Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari Ibu.
Tahukah kalian kalau penetapan Hari Ibu itu berdasarkan Kongres Perempuan Indonesia I yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 1928, atau hanya berjarak beberapa minggu dari Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda?
Sejarah hari ibu di Indonesia ini tak luput dari perjuangan seorang perempuan.
Para pejuang wanita Jawa dan Sumatera berkumpul untuk mengadakan Kongres tersebut, di Gedung Mandalabhakti Wanitatama Yogyakarta. Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda ini diikuti oleh tidak kurang dari 600 perempuan dari puluhan perhimpunan wanita yang terlibat. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang suku, agama, pekerjaan, juga usia. di Jawa dan Sumatera, mempelopori terbentuknya Kongres Perempuan ini, atau sekarang dikenal dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Panitia Kongres Perempuan Indonesia I dipimpin oleh R.A. Soekonto yang didampingi oleh dua wakil, yaitu Nyi Hadjar Dewantara dan Soejatin. Agenda bahasan utama dalam kongres ini adalah tentang persatuan Perempuan Indonesia. Peranan perempuan dalam berbagai aspek perkembangan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan balita, pernikahan usia dini, kesetaraan gender, dan beberapa hal besar yang diangkat.
Selain itu kongres ini banyak diisi oleh pidato ataupun orasi tentang kesetaraan atau emansipasi wanita oleh beberapa tokoh perempuan, sehingga dari kongres ini pun juga menghasilkan Gabungan Organisasi Wanita dengan nama Perikatan Perempuan Indonesia (PPI)
Tanggal hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 inilah yang kemudian menjadi acuan bagi pemerintah RI untuk menetapkan peringatan Hari Ibu, yang diresmikan oleh Presiden Sukarno melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953.

